Category: Education


Bahasa Maaf

Apa bahasa MAAF Anda dan pasangan Anda ??

1. Pernyataan menyesal

Orang jenis ini akan meminta maaf dengan mengutarakan penyesalannya. Ia tidak pernah berkata “saya minta maaf”, melainkan ia akan berkata “aku menyesal sudah membuatmu sedih…”. Sisi bagus dari bahasa maaf ini yang pertama ini adalah karena orang yang menyatakan penyesalannya biasanya tidak lagi mengemukakan alasan dan pembelaan diri, sehingga bagi banyak orang, bahasa maaf penyesalan seringkali mudah untuk diterima.

2. Menerima tanggung jawab

Jenis kedua adalah meminta maaf dengan mengambil tanggung jawab dan mengakui kesalahan. Biasanya kata-kata yang dia ucapkan adalah “aku tahu akulah yang salah sudah melakukan perbuatan itu… “. Orang-orang ini akan meminta maaf dengan cara meletakkan beban kesalahan pada dirinya dan mengakui kesalahannya. Bahasa maaf yang satu ini termasuk sulit diucapkan karena jarang sekali ada orang yang mau mengatakan bahwa dirinya salah. Kecenderungan manusia adalah menyalahkan orang lain dan tidak mau dipersalahkan, itu sebabnya mengucapkan “saya yang salah” sama beratnya dengan mengucapkan “saya minta maaf”.

3. Membuat restitusi

Yang dimaksud dengan malukan restitusi adalah meminta maaf dengan cara mealukan hal-hal baik untuk menggantikan kesalahan yang sudah ia buat. Biasanya orang yang memiliki bahasa maaf jenis ini, ketika ia merasa bersalah dan ingin meminta maaf, ia akan mengajak pasangannya ke tempat-tempat favorit pasangannya, membelikan hadiah, memperlakukan dengan lembut, merayu, dan melakukan berbagai kebaikan sesuai dengan bahasa cintanya. Beberapa orang yang tidak memahami bahasa maaf ini akan cenderung bertambah kesal dan berpikir, “Enak aja! abis bikin salah sekarang baik-baikin gua! jangan harap gua maafin lu!”.

4. Mencoba Berubah

Orang jenis ini biasanya tidak banyak membicarakan masalahnya, ia akan langsung to the point kepada solusinya. Kata-kata yang diucapkan orang jenis ini biasanya adalah “Saya tidak akan mengulanginya lagi…” atau “Setelah ini aku akan berusaha lebih mengerti dirimu.. bla..bla..bla..”. Biasanya orang jenis ini akan terjebak dengan janjinya sendiri karena setiap kali ia merasa bersalah dan ingin meminta maaf, ia akan mengajukan janji bahwa ia akan berubah sehingga ketika ia mengalami kegagalan dalam berubah, pasangannya yang belum memahami bahasa maafnya akan menjadi kecewa karena tidak mendapatkan janji yang sudah diucapkan. Tapi Anda jangan salah paham, ketika ia meminta maaf dengan menjanjikan untuk berubah, seringkali yang terjadi adalah ia benar-benar mengucapkannya dengan serius. Bukan hanya sekedar janji gombal. Hanya saja masalahnya, kadangkala ia sendiri juga mengalami kesulitan untuk merubah dirinya sendiri (walaupun sebenarnya ingin sekali). Jadi jika Anda berjumpa dengan orang yang memiliki bahasa maaf jenis ini, Anda memang harus bersabar dan membantunya untuk berubah, karena ketika ia gagal berubah sebenarnya ia sendiri juga stres. Bayangkan jika ia sudah stres, Anda menambahnya dengan “menagih” janjinya, ia akan semakin tertekan.

5. Membantu pengampunan

Nah, orang jenis ini adalah yang paling to the point. Jika ia merasa bersalah dan ingin meminta maaf, ia akan langsung mengajukan permohonan, “Maukah kamu memaafkanku?” Bagi orang yang memiliki bahasa maaf jenis ini, ia mengajukan pemintaan maaf karena ia ingin mendengar kepastian bahwa pasangannya benar-benar memaafkan dia dan masih mencintai dia serta masih mau menerimanya.

Itulah 5 bahasa maaf yang harus Anda dan pasangan Anda pahami. Kegagalan dalam memahami bahasa maaf pasangan bisa berakibat konflik yang berlarut-larut atau bahkan semakin parah. Bisa saja pasangan kita sedang berusaha meminta maaf, tetapi karena bahasa maafnya berbeda dengan Anda, maka Anda merasa bahwa dia tidak meminta maaf pada Anda dan Anda terus menunggu atau bahkan memaksa dia meminta maaf dengan bahasa Anda.

(Dikutip dari buku “Menikah adalah Bunuh Diri”, pengarang ‘Josua’ Iwan Wahyudi)

Advertisements

Manakah bahasa CINTA Anda dan pasangan Anda??

1. Kata-kata

Ada orang yang mengungkapkan cintanya melalui kata-kata dan pujian. Biasanya orang jenis ini kadang memakai puisi dan lagu sebagai ungkapan cinta. Dan tentunya, orang jenis ini juga akan merasa dicintai jika ia menerima ungkapan cinta melalui kata-kata juga.

2. Pemberian

Kalau orang jenis yang ini, mengungkapkan cintanya melalui hadiah dan pemberian. Makany ajangan kaget kalau ketemu orang jenis ini, ia akan sering ngasih-ngasih barang. Dan jangan lupa, ia pun akan merasa dicintai dan dihargai kalau ada orang yang memberi dia hadiah. Bagi dia pemberian adalah wujud dari cinta.

3. Sentuhan

Jenis yang ini, ia akan mengungkapkan cintanya melalui sentuhan fisik. Kalau Anda bertemu dengan orang yang “ramah”, alias rajin menjamah, ada kemungkinan bahasa cintanya adalah sentuhan. Begitu pula sebaliknya, ia akan merasa dicintai apabila dia menerima sentuhan-sentuhan dari pasangannya.

4. Waktu

Orang jenis ini mengungkapkan cintanya dengan menyediakan waktu bagi orang yang disayanginya. Baginya, mencintai artinya memiliki waktu-waktu berkualitas bersama. Dan ia pun juga merasakan disayangi jika ada orang yang mau memberi waktu untuknya.

Pahamilah apa bahasa cinta Anda dan pasangan Anda (bagi yang telah memiliki pasangan). Karena hal ini menjadi bagian yang penting agar masing-masing mampu memahami bagaimana kita dan pasangan kita mengungkapkan cintanya.

(dikutip dari buku “Menikah adalah Bunuh Diri”, karangan ‘Josua’ Iwan Wahyudi)

Jangan Marah ^^

Alhamdulillah hari ini saya bisa posting lebih dari 3 topik yang insya Allah bisa bermanfaat buat semua yang membaca nya.. amin 😀

Ok.. melanjutkan topik sebelumnya tentang Sabar dan Volume Ujian, sekarang saya ingin membahas tentang MARAH !! (uuuppss… sabar… sabar :p)

Mungkin setelah teman-teman membaca judul topik ini, teman-teman akan bertanya “Memang nya kita gak boleh marah ya?” atau teman-teman bakal berkomentar seperti ini, “Marah itu kan wajar dan manusiawi…” dan lain2 sebagainya.. hehehehe… tenang2.. insya Allah setelah ini bakal kita bahas bareng2.. Ok2 😀

Sebelumnya kita baca hadist berikut ini dl aja ya.. ( mulai jadi pak guru lagi :p)

Dari Abu Hurairah ra, ia berkata, “Ada seseorang bertanya kepada Rasulullah saw, ‘Nasihatilah saya!’ Rasulullah saw bersabda, ‘Janganlah kamu marah!’ Orang itu berkali-kali meminta nasihat kepada Rasulullah saw, tetapi Rasulullah saw tetap menjawabnya dengan, ‘Janganlah kamu marah.'” (HR BUKHARI)

Nah apa berarti kita tidak boleh marah ya 😕

Marah itu bisa dibilang sikap yang spontan ketika kita dihadapkan pada sesuatu yang tidak sesuai dengan yang kita inginkan dan kita tidak siap menerima serta kita lantas mengekspresikannya dengan sikap yang keras (maaf ya klo sok tau :p)

Nah dari hadist diatas tadi, boleh jadi yang dimaksud dengan “Janganlah kamu marah” oleh Rasulullah saw adalah kita jangan sembarangan meluapkan kemarahan kita 😀

Karena marah itu adalah sikap spontan dan wajar.. namun kita harus pandai mengendalikannya agar tidak meluap-luap sembarangan, sehingga bisa menimbulkan masalah-masalah baru di sekitar kita yang akhirnya membuat kita menjadi lebih marah.. dan marah lagi 😀

Waaahh.. terus terang bahas masalah ini sangat berat dan penuh hati2 :p

Karena takut salah ngomong dan akhirnya yang baca jadi marah :p

Ya udh.. skrg kita baca cerita tentang Umar bin Abdul Aziz aja ya :-s (ketakutan :p)

——————————————-

Khalifah Umar bin Abdul Aziz melihat seseorang yang mabuk. Ketika ia ditangkap untuk dihukum dera, tiba-tiba ia dimaki oleh orang yang mabuk tersebut. Khalifah Umar kemudian kembali dan tidak jadi untuk melaksanakan hukum dera saat itu, dan saat ditanya, “Ya Amirul Mukminin, mengapa setelah ia memaki Anda tiba-tiba Anda meninggalkan dia?” Khalifah menjawab, “itu karena ia membuat aku jengkel. Kalau aku menghukumnya (pukul) mungkin aku memukulnya karena aku marah kepadanya (dan bukan karena ia melanggar hukum Allah), dan aku tidak suka memukul seseorang hanya karena membela diriku sendiri.”

——————————————-

Nah sudah baca semua kan??? 😀

Jadi kesimpulan yang bisa kita dapatkan dari pembahasan tentang “Jangan Marah” yaitu, kita harus mampu mengendalikan amarah kita agar tidak meluap-luap dan akhirnya menciptakan masalah baru yang lebih rumit yang kita sendiri akhirnya tidak mampu menanganinya.

Ok.. saya kira cukup segini dulu pembahasan tentang marah nya 😀

Semoga tidak ada yang tersinggung dengan kata-kata saya dan kalau memang ada yang tidak berkenan dengan kata-kata atau kalimat saya, mohon jangan dituangkan dengan marah2 ya.. hehehehe… 😀

Sampai ketemu lagi di pembahasan-pembahasan yang lain ya.. 😀

Semoga Allah menjaga kita semua dari segala perbuatan yang tidak baik.. Amin 😀

Waahh.. saya hattrick nih (kyk main sepak bola aja :p)

coz dalam sehari bisa 3 x posting.. hehehehhe… (biasa kali :p)

Ok.. lanjut dari postingan sebelumnya tentang sabar.

Kadang2 banyak diantara kita termasuk saya sendiri yg mengeluh seperti ini :

“Aduuuuuhhh… kenapa cobaan ini gak selesai2 ya.. kenapa dia yang sering berbuat dosa.. cobaan nya gak seberat saya ya… kenapaaaaaaaaa !!!! ” (sorry klo lebay :p)

Ternyata setelah saya membaca buku yg judulnya “Dasyatnya Sabar” karya Ahmad Hadi Yasin dan penerbit Qultum Media. Disana dijelaskan bahwa semakin tinggi tingkat keimanan dan ketakwaan seseorang.. maka semakin besar pula cobaan atau ujian yg akan ia terima dari Allah swt. Namun perlu diingat juga bahwa sebesar apapun cobaan atau ujian itu.. insya Allah tidak akan pernah memberatkan kita.. karena Allah swt yg paling tahu tingkat kesanggupan kita 😀

Nah, berikut ini ada hadist yg menceritakan tentang volume kesabaran dan ujian dari Allah swt,  disimak baik2 ya 😀 (jadi kyk pak guru aja nih :p)

Dari Abdullah bin Mas’ud ra, ia berkata, “Saya masuk ke tempat Rasulullah saw sewaktu beliau sedang sakit panas, kemudian saya berkata, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau benar benar menderita sakit yang sangat panas.’ Beliau berkata, ‘Benar, sakit panas yang saya derita ini dua kali lipat lebih panas daripada yang biasa diderita kalian.’ Saya bertanya, ‘Kalau begitu, engkau mendapat pahala dua kali lipat juga?’ Beliau menjawab, ‘Benar memang demikian.’ Seorang muslim yang tertimpa suatu kesakitan, baik itu tertusuk duri maupun lebih dari itu, niscaya Allah mengampuni kesalahan-kesalahannya dan menghapus dosa-dosanya sebagaimana daun-daun yang berguguran dari pohonnya.'” (HR Bukhari dan Muslim)

Ok.. sudah selesai baca hadist nya kan? 😀

Jadi klo bisa kita ambil kesimpulan, ujian yang kita terima dari Allah swt, sudah ditakar dengan sangat-sangat pas oleh Allah agar tidak melebihi batas kesanggupan atau kesabaran kita 😀

Dengan kata lain, kita tidak punya alasan lagi untuk mengeluh kenapa cobaan kita lebih besar dibandingkan cobaan orang lain.. coz masing2 sudah punya takaran dan cobaan atau ujian dari Allah swt.. itu pertanda klo Allah sangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat sayang ama kita semua 😀

Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat buat kita semua.. dan semoga saya tidak sok menjadi orang yang paling sabar… Amin 😀

(coz saya sendiri juga sering tidak sabaran :p)

Semoga Allah melindungi kita semua ya.. Amin 😀

Sabar ^^

OK… Kali ini kita semua akan belajar tentang makna Sabar.

Wahhh.. kyknya topik yg cukup berat ya 😕

Tapi tenang dulu, saya akan usahakan agar topik ini tidak menjadi topik yg berat 😀

Dan semoga bisa menjadi topik yg ringan yg bisa segera kita aplikasikan setelah sama2 selesai membaca nya. Amin 😀

Ok… kita mulai ya…

Sabar berasal dari bahasa arab “Shabara – Shabura – Shabran – Shabaaratan”, yg artinya : menanggung atau menahan sesuatu.

Banyak orang (termasuk diri saya sendiri :p) yg sering mengartikan sabar dengan sebuah tindakan pasif atau pasrah begitu saja.

Padahal apabila kita telaah lebih jauh lagi ttg makna sabar, maka kita bisa dapatkan bahwa yg dimaksud dengan sabar itu adalah menahan atau mengendalikan segala sesuatu yg menimpa diri kita agar selalu tetap dijalan Allah swt.

Jadi dengan kata lain, sabar itu adalah tindakan yg aktif bukan pasif.  Kita bisa misalkan dengan contoh sederhana berikut ini,

“Si A pergi ke masjid dengan memakai alas sendal jepit. Setelah dia selesai mengerjakan sholat dan menuju keluar masjid, dia melihat sendal jepit yg dipakai nya untuk pergi masjid telah lenyap.”

Kira2 apa yg akan dilakukan oleh si A ya ??????

Bisa saja si A langsung mengatakan “Saya ikhlas dengan hilangnya sendal saya.. ya sudah saya pulang dengan tidak beralaskan sendal saja (alias nyeker) :D”

atau si A akan berusaha mencari sendal nya di sekeliling lingkungan masjid serta bertanya kepada petugas atau penjaga masjid yg pd saat itu mungkin sempat melihat keadaan di depan pintu masjid sambil terus berpikiran positif meski pada akhirnya mungkin sendal nya tetap tidak ditemukan 😀

Apabila si A memahami makna sabar yang sebenarnya, maka si A akan lebih memilih untuk mencari terlebih dahulu sendal jepit nya yg hilang tersebut di sekitar lingkungan masjid dan apabila tetap tidak ditemukan juga, maka si A akan berpikiran positif dan mendo’akan supaya sendal nya yg hilang tersebut bisa bermanfaat bagi yg tidak sengaja mengambilnya. Kalaupun misalnya yang mengambil sendal nya itu sengaja, maka semoga Allah swt menyadarkan orang tersebut dan semoga ini adalah terakhir kali nya orang itu mengambil sendal yang bukan miliknya. 😀

Indah kan??? hehehehe… 😀

Tapi memang untuk benar2 memahami makna sabar dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari itu tidaklah mudah (kalo tidak mau dibilang susah :p)… tapi tidak ada salahnya apabila kita semua belajar agar bisa memahami dan mengaplikasikannya dengan baik apa itu makna sabar sebenarnya.

Ok.. saya kira cukup segini dulu saja 😀

Karena kalau terlalu panjang, nanti topik ini beneran jd topik yang berat… hehehehehe.. :p

Insya Allah nanti akan kita sambung lagi pembelajaran tentang Sabar ini.. ok2 😀

Semoga kita semua selalu dalam perlindungan-Nya ya. Amin 😀

Assalamu’alaikum wr wb 😀

Wah sudah lama sekali saya tidak update blog ini. Hehehehe…. 😀

Ya udh, skrg saya mau coba aktif lagi buat update blog ini ya..

Btw, ini ada sekelumit perbedaan antara cewek dan cowok dlm hal komunikasi.

Silahkan dinikmati ya…

Cewek Lebih Banyak Bicara, Cowok Banyak Diam

tau ga.. knp cewk biasanya lbh cerewet dibandingkan cowk?

ternyata oh ternyata… otak perempuan itu ukurannya lebih kecil dari otak laki-laki, tapi hubungan syarafnya jauh lebih banyak. Nah akibatnya cewek bisa ngomong lebih banyak daripada cowok.

Jadi klo kebanyakan cewek itu cerewet… ya maklum aja ya … hehehe…

Cewek Bisa Berbuat Banyak Hal dalam Satu Waktu, Cowok Kebalikannya

Corpus Colosum atau bisa disebut juga dengan jembatan yang menghubungkan otak kanan dan kiri pada cewek itu ternyata lebih tebal bila dibandingin sama yg dipunyai cowok. Nah ini dia yang akhirnya membuat cewek mampu melalukan beberapa hal sekaligus dalam satu waktu. Sedangkan cowok biasanya cuma bisa ngelakuin satu hal dalam satu waktu.

Cewek selalu Curhat, Cowok ‘Bertapa’

Nah perbedaan yg terakhir nih…..

Ternyata menurut berbagai survey, cowok itu cenderung lebih sering ‘bertapa’ alias berdiam diri ketika sedang menghadapi suatu masalah. Dan klo pas lg diem gitu biasanya tuh cowok jadi sensi bgt :p

Beda banget ama cewek, klo cewek cenderung lebih sering curhat-curhatan ke temen2nya atau ke keluarga nya buat bantuin selesain masalahnya itu. Dan klo lagi curhat kyk gitu… mending kita yg dicurhatin jangan terlalu banyak komen.. coz mereka itu sebenernya lg pengen ungkapin perasaan hati nya aja..

Ok.. sepertinya cukup segini dl aja ya.. 😀

Oh iya.. saya dapat informasi diatas itu dari sebuah buku yg judulnya “Siap-Siap Nikah” yg ditulis oleh Syamsa Hawa.

Makasih ya buat semuanya…

Kenapa Mesti Malu?

Oleh Seriyawati
(Sumber: eramuslim.com)

Hari itu seperti biasanya saya mengantar dan menjemput Kiki, anak perempuan saya latihan Shorinji kempo. Dan ketika menjemputnya, saya melihat dia berbicara dengan temannya, seorang anak laki-laki yang sama-sama belajar kempo.

Saya tidak begitu menaruh perhatian pada mereka dan tetap menunggu anak saya selesai berbicara.
“Ada apa, Ki?” tanya saya setelah Kiki mendatangi saya.
“Teman Kiki bilang, ‘Kenapa Mama memakai pakaian seperti itu di Jepang? Apa ngga malu?” jawab Kiki.
“Terus Kiki, jawab apa?” tanya saya lagi.
“Mama nggak malu, kok. Mama pakai baju orang Indonesia.., ” jawab Kiki.
“Ini pakaian orang Islam, Kiki, bukan pakaian orang Indonesia. Memang Mama ngga malu, kok. Nggak usah malu. Ya, jangan malu… ” jelas saya.

Sambil mengayuh sepeda menuju pulang, saya bertanya lagi.
“Terus… Teman Kiki bilang apa lagi?” tanya saya tertarik.
“Dia cuma bilang, ‘Oohhh’….”
“Hebat ya Kiki, bisa ngomong gitu sama temannya…, ” puji saya.
“Lagipula kenapa harus malu, ya… ” kata saya lagi.
“Oh ya, Kiki malu ngga dengan Mama?” tanya saya ingin tahu.
“Ngga… ” sahutnya kalem.
Syukurlah. Saya menarik napas lega diam-diam.

***

Suatu hari saya mengajak anak-anak ke rumah teman.
Begitu memasukkan tiket, kereta listriknya datang dan segera pergi lagi meninggalkan kami yang tergopoh-gopoh menuruni tangga mengejarnya.
Tetapi akhirnya kereta listrik itu berangkat tanpa kami di dalamnya.
“Yaaahhh… Kita harus nunggu 10 menit lagi, ” kata saya kecewa.
Anak-anak pun terlihat kecewa.

Sewaktu menunggu kereta bawah tanah datang, saya lihat anak-anak saya berbisik-bisik.
“Ada apa, sih?” Rasa keki membuat saya mengajukan pertanyaan.
“Itu ada teman Kiki. Miraretakunai…(ngga mau dilihat sama dia). ”
“Kenapa? Kiki malu?” tanya saya seakan tahu apa yang dikhawatirkannya.
“Kalau ketemu nanti Kiki jadi harus ngomong begini begitu, ” kata Kiki.
“Ngomong begini begitu, apa maksudnya, Ki?” tanya saya keheranan.
“Iya, Kiki kan jadi harus nerangin kenapa Kiki pake ini, ” katanya sambil memegang jilbab warna biru mudanya.
“Tapi kan… Kalau dia teman Kiki yang baik, yah ngga apa-apa dong kalo lihat Kiki pakai jilbab?” tanyaku menyelidik.
“Hmmm…, ” sahut Kiki pelan bernada ragu.
“Cuma malas aja kok ngejawab tanya-tanya, teman Kiki itu.”

“Memangnya Kiki malu ya dilihat teman sekolah sedang pakai jilbab?”
tanya saya. Saya lihat Kiki diam sejenak dan menggeleng.
“Nggak, inilah Kiki yang sebenarnya. (Hontou no Kiki no shotai). Kenapa Kiki mesti malu!” jawabnya tiba-tiba.
“Begitu, dong!” kata saya membanggakannya.

***

“Bukan kita yang mesti malu dengan pakaian yang kita pakai. Lagipula kenapa kita mesti malu? Bukankah kita memakai pakaian yang memang disuruh Allah. Kalau kita pakai baju yang kelihatan pahanya, bahunya,
lehernya, nah orang yang pakai itu yang harusnya malu. Iya, ngga, Ki?”
tanya saya minta persetujuannya.
Tapi kenapa ada teman mama yang ngga pakai jilbab?” serbu Kiki.
Glek. Saya terdiam sejenak.
“Iya, mungkin mereka belum tahu, Ki. Mereka belum tahu bagaimana nyaman dan enaknya memakai ini. ”
Tangan saya menunjuk pakaian panjangnya.
“Yang mama yakin, kalau mama memakai ini, perasaan mama tenang. Ngga ada perasaan bersalah, dan yang penting mama ngga mau dimarahi Allah. ”
“Dimarahi Allah, Ma?” tanya Kiki bernada kaget.
“Iya. Kan, kalau ngga ikut kata Allah, nanti Allah marah, ngga sayang sama kita… ”
“Mama pernah baca di buku, katanya orang yang ngga memakai jilbab akan dijauhkan dari surga, dan takkan mencium baunya surga. Wah, takkan mencium bau surga… Artinya jauh dari surga, malah ngga masuk surga dong ya… ” jelas saya.
“He! Ngga mau ah… Kiki mau masuk surga, ” kata Kiki antusias.

Jauh di dalam hati saya merenung. Masih banyak PR yang mesti saya siapkan yang harus saya ajarkan kepada anak-anak saya. Betapa Islam itu indah dan penuh keringanan-keringanan bagi penganutnya. Tidak ada keberatan-keberatan yang tak bisa dipikul hamba-hamba-NYA. Bukankah Allah takkan memberi cobaan di luar kesanggupan hamba-NYA?

Rasulullah salallahu ‘alaihiwassalam bersabda, “Iman itu ada tujuh puluh cabang lebih. Dan malu adalah salah satu cabang iman. ”
Rasulullah juga bersabda, “Malu itu tidak datang kecuali dengan membawa kebaikan. ”

” Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin; hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Hal itu agar mereka lebih mudah dikenal dan karena itu mereka tidak diganggu” (al-Ahzab, 59).

Jadikanlah luka itu sebagai penerang cahaya dalam kegelapan, jadikan luka sebagai pendorong hidup. Tengoklah orang-orang hebat yang sukses. Mereka banyak menabung luka hingga tidak terhitung jumlahnya, jangankan orang lain, dirinya sendiri kewalahan untuk menghitung luka.

(Dikutip dari novel “Tahajjud Cinta”, karangan Muhammad El Natsir)

Rekan-rekan tahu tidak arti luka diatas?

Yang dimaksud luka-luka diatas adalah kesalahan-kesahalan kita dalam menjalani kehidupan ini. Kesalahan-kesalahan tersebut jika disikapi dengan bijak akan memberikan banyak pelajaran-pelajaran yang berharga untuk kehidupan kita.

Semakin kita takut untuk membuat luka maka semakin jauhlah kita dari mencapai arti dari sebuah kesuksesan yang sebenarnya.

Assalamu’alaikum wr wb

Alhamdulillah, akhirnya saya selesai juga membaca novel religius karya Muhammad El Natsir. Novel tersebut berjudul “Tahajjud Cinta”. Sebuah novel yang menurut saya sangat bermanfaat bagi kehidupan kita terutama para remaja muslim dan muslimah.

Novel ini menceritakan tentang perjuangan seorang pemuda bernama Fatih yang harus rela meninggalkan bangku kuliahnya demi memenuhi kebutuhan hidup adik-adiknya. Bahkan dia tidak malu untuk menjadi seorang sopir bajaj di Jakarta ini.

Fatih merupakan pemuda cerdas, kreatif, pendiam, rajin beribadah, memiliki kepekaan sosial yang tinggi serta rajin menjalankan sholat tahajjud di hampir tiap malamnya. Yang terakhir tersebut adalah yang membuat hidup Fatih selalu terlindungi dari segala malapetaka dan membuat dia mudah dalam menjemput rizki dari Allah Swt.

Dalam perjalanan hidupnya yang berliku-liku Fatih bertemu dengan seorang gadis cina bernama Lycen Cee. Gadis ini memiliki ayah yang beragama Kristen dan ibu yang beragam Islam. Namun Lycen Cee sendiri mengikuti ayahnya yang beragama Kristen dalam menentukan kepercayaan yang dianutnya. Pertemuannya dengan Fatih sedikit demi sedikit mulai mengubah hidup Lycen Cee. Gadis tersebut ternyata menaruh hati pada sang pemuda yang bernama Fatih.

Dalam kesehariannya, Lycen Cee sangat senang apabila dia mendengarkan suara adzan. Bahkan seringkali setiap malam dia bermimpi mendengarkan suara adzan yang pada akhirnya suara adzan itu yang menuntunnya untuk mengungkapkan isi hati nya kepada Fatih. Fatih yang pada saat itu sudah mengubah haluan hidupnya dari menjadi sopir bajaj, lantas dia menjadi pengajar TPA di masjid yang ternyata masjid tersebut dekat dengan rumah Lycen Cee.

Pada suatu hari, pd saat shubuh tiba, Fatih mengumandangkan adzan yang biasanya dilakukan oleh penjaga masjid yang lain. Fatih mengumandangkan adzan dengan suara yang lembut dan menggetarkan hati setiap orang yang mendengarkannya. Ternyata suara adzan itulah yang selama ini didengar oleh Lycen Cee dalam mimpinya.  Sehingga berawal dari malam itulah, Lycen Cee ingin sekali memeluk agama Islam. Dan dengan bimbingan bibi dirumahnya, akhirnya Lycen Cee mengucapkan dua kalimat syahadat.

Hari demi hari terus berlalu, sampai pada akhirnya Fatih mengetahui bahwa Lycen Cee menaruh hati padanya. Namun sebagai seorang muslim yang baik, dia tetep menjaga hubungan tersebut agar tidak menyimpang dari aturan Allah Swt. Maksud dari menyimpang tersebut antara lain, berdua-duaan, saling bersentuhan, serta berbicara dan berpandangan dengan syahwat.

Sampai pada akhirnya Fatih mengungkapkan isi hati nya kepada Lycen Cee. Namun hal itu Ia lakukan pada saat kondisinya sedang kritis akibat tertembak oleh penjahat yang ia kejar pada malam harinya..

Seperti apa kelanjutan kisahnya?

Sepertinya teman-teman harus membacanya sendiri agar mendapatkan cerita sekaligus hikmah yang lebih dalam lagi.

OK… akhir kata. Selamat membaca novel “Tahajjud Cinta”.

Semoga setelah membaca novel tersebut, saya dan rekan-rekan semua bisa menjadi lebih baik lagi dalam menyikapi perasaan cinta. Amin. 🙂

Kucing Fisika ??

Ass wr wb

Halo semuanya,

Mungkin teman-teman banyak yang bertanya apa maksud judul postingan ini, yaitu “Kucing Fisika ??”.

Kucing Fisika adalah sebuah komunitas dari bangsa kita sendiri yang dibentuk oleh kelompok peneliti fisika zat padat dari Universitas Indonesia (UI). Komunitas ini memiliki website di http://kucingfisika.com/ .

Tujuan komunitas dan website ini dibentuk adalah untuk memberikan sebuah terobosan baru bagi masyarakat indonesia yang ingin atau sedang belajar fisika agar mendapatkan suatu pengalaman baru belajar fisika dengan lebih menyenangkan dan tidak monoton.

Di website ini kita bisa mendapatkan berbagai video tutorial, screencast, artikel, forum dan blog mengenai fenomena dan eksperimen fisika sederhana.

Semoga komunitas dan website ini bisa langgeng dan bermanfaat untuk kita semua ya. AMIN. 🙂

Ayooo… cepet kunjungi situs kucingfisika.com ……   😀