Archive for June, 2009


Jangan Marah ^^

Alhamdulillah hari ini saya bisa posting lebih dari 3 topik yang insya Allah bisa bermanfaat buat semua yang membaca nya.. amin 😀

Ok.. melanjutkan topik sebelumnya tentang Sabar dan Volume Ujian, sekarang saya ingin membahas tentang MARAH !! (uuuppss… sabar… sabar :p)

Mungkin setelah teman-teman membaca judul topik ini, teman-teman akan bertanya “Memang nya kita gak boleh marah ya?” atau teman-teman bakal berkomentar seperti ini, “Marah itu kan wajar dan manusiawi…” dan lain2 sebagainya.. hehehehe… tenang2.. insya Allah setelah ini bakal kita bahas bareng2.. Ok2 😀

Sebelumnya kita baca hadist berikut ini dl aja ya.. ( mulai jadi pak guru lagi :p)

Dari Abu Hurairah ra, ia berkata, “Ada seseorang bertanya kepada Rasulullah saw, ‘Nasihatilah saya!’ Rasulullah saw bersabda, ‘Janganlah kamu marah!’ Orang itu berkali-kali meminta nasihat kepada Rasulullah saw, tetapi Rasulullah saw tetap menjawabnya dengan, ‘Janganlah kamu marah.'” (HR BUKHARI)

Nah apa berarti kita tidak boleh marah ya 😕

Marah itu bisa dibilang sikap yang spontan ketika kita dihadapkan pada sesuatu yang tidak sesuai dengan yang kita inginkan dan kita tidak siap menerima serta kita lantas mengekspresikannya dengan sikap yang keras (maaf ya klo sok tau :p)

Nah dari hadist diatas tadi, boleh jadi yang dimaksud dengan “Janganlah kamu marah” oleh Rasulullah saw adalah kita jangan sembarangan meluapkan kemarahan kita 😀

Karena marah itu adalah sikap spontan dan wajar.. namun kita harus pandai mengendalikannya agar tidak meluap-luap sembarangan, sehingga bisa menimbulkan masalah-masalah baru di sekitar kita yang akhirnya membuat kita menjadi lebih marah.. dan marah lagi 😀

Waaahh.. terus terang bahas masalah ini sangat berat dan penuh hati2 :p

Karena takut salah ngomong dan akhirnya yang baca jadi marah :p

Ya udh.. skrg kita baca cerita tentang Umar bin Abdul Aziz aja ya :-s (ketakutan :p)

——————————————-

Khalifah Umar bin Abdul Aziz melihat seseorang yang mabuk. Ketika ia ditangkap untuk dihukum dera, tiba-tiba ia dimaki oleh orang yang mabuk tersebut. Khalifah Umar kemudian kembali dan tidak jadi untuk melaksanakan hukum dera saat itu, dan saat ditanya, “Ya Amirul Mukminin, mengapa setelah ia memaki Anda tiba-tiba Anda meninggalkan dia?” Khalifah menjawab, “itu karena ia membuat aku jengkel. Kalau aku menghukumnya (pukul) mungkin aku memukulnya karena aku marah kepadanya (dan bukan karena ia melanggar hukum Allah), dan aku tidak suka memukul seseorang hanya karena membela diriku sendiri.”

——————————————-

Nah sudah baca semua kan??? 😀

Jadi kesimpulan yang bisa kita dapatkan dari pembahasan tentang “Jangan Marah” yaitu, kita harus mampu mengendalikan amarah kita agar tidak meluap-luap dan akhirnya menciptakan masalah baru yang lebih rumit yang kita sendiri akhirnya tidak mampu menanganinya.

Ok.. saya kira cukup segini dulu pembahasan tentang marah nya 😀

Semoga tidak ada yang tersinggung dengan kata-kata saya dan kalau memang ada yang tidak berkenan dengan kata-kata atau kalimat saya, mohon jangan dituangkan dengan marah2 ya.. hehehehe… 😀

Sampai ketemu lagi di pembahasan-pembahasan yang lain ya.. 😀

Semoga Allah menjaga kita semua dari segala perbuatan yang tidak baik.. Amin 😀

Advertisements

Waahh.. saya hattrick nih (kyk main sepak bola aja :p)

coz dalam sehari bisa 3 x posting.. hehehehhe… (biasa kali :p)

Ok.. lanjut dari postingan sebelumnya tentang sabar.

Kadang2 banyak diantara kita termasuk saya sendiri yg mengeluh seperti ini :

“Aduuuuuhhh… kenapa cobaan ini gak selesai2 ya.. kenapa dia yang sering berbuat dosa.. cobaan nya gak seberat saya ya… kenapaaaaaaaaa !!!! ” (sorry klo lebay :p)

Ternyata setelah saya membaca buku yg judulnya “Dasyatnya Sabar” karya Ahmad Hadi Yasin dan penerbit Qultum Media. Disana dijelaskan bahwa semakin tinggi tingkat keimanan dan ketakwaan seseorang.. maka semakin besar pula cobaan atau ujian yg akan ia terima dari Allah swt. Namun perlu diingat juga bahwa sebesar apapun cobaan atau ujian itu.. insya Allah tidak akan pernah memberatkan kita.. karena Allah swt yg paling tahu tingkat kesanggupan kita 😀

Nah, berikut ini ada hadist yg menceritakan tentang volume kesabaran dan ujian dari Allah swt,  disimak baik2 ya 😀 (jadi kyk pak guru aja nih :p)

Dari Abdullah bin Mas’ud ra, ia berkata, “Saya masuk ke tempat Rasulullah saw sewaktu beliau sedang sakit panas, kemudian saya berkata, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau benar benar menderita sakit yang sangat panas.’ Beliau berkata, ‘Benar, sakit panas yang saya derita ini dua kali lipat lebih panas daripada yang biasa diderita kalian.’ Saya bertanya, ‘Kalau begitu, engkau mendapat pahala dua kali lipat juga?’ Beliau menjawab, ‘Benar memang demikian.’ Seorang muslim yang tertimpa suatu kesakitan, baik itu tertusuk duri maupun lebih dari itu, niscaya Allah mengampuni kesalahan-kesalahannya dan menghapus dosa-dosanya sebagaimana daun-daun yang berguguran dari pohonnya.'” (HR Bukhari dan Muslim)

Ok.. sudah selesai baca hadist nya kan? 😀

Jadi klo bisa kita ambil kesimpulan, ujian yang kita terima dari Allah swt, sudah ditakar dengan sangat-sangat pas oleh Allah agar tidak melebihi batas kesanggupan atau kesabaran kita 😀

Dengan kata lain, kita tidak punya alasan lagi untuk mengeluh kenapa cobaan kita lebih besar dibandingkan cobaan orang lain.. coz masing2 sudah punya takaran dan cobaan atau ujian dari Allah swt.. itu pertanda klo Allah sangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat sayang ama kita semua 😀

Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat buat kita semua.. dan semoga saya tidak sok menjadi orang yang paling sabar… Amin 😀

(coz saya sendiri juga sering tidak sabaran :p)

Semoga Allah melindungi kita semua ya.. Amin 😀

Sabar ^^

OK… Kali ini kita semua akan belajar tentang makna Sabar.

Wahhh.. kyknya topik yg cukup berat ya 😕

Tapi tenang dulu, saya akan usahakan agar topik ini tidak menjadi topik yg berat 😀

Dan semoga bisa menjadi topik yg ringan yg bisa segera kita aplikasikan setelah sama2 selesai membaca nya. Amin 😀

Ok… kita mulai ya…

Sabar berasal dari bahasa arab “Shabara – Shabura – Shabran – Shabaaratan”, yg artinya : menanggung atau menahan sesuatu.

Banyak orang (termasuk diri saya sendiri :p) yg sering mengartikan sabar dengan sebuah tindakan pasif atau pasrah begitu saja.

Padahal apabila kita telaah lebih jauh lagi ttg makna sabar, maka kita bisa dapatkan bahwa yg dimaksud dengan sabar itu adalah menahan atau mengendalikan segala sesuatu yg menimpa diri kita agar selalu tetap dijalan Allah swt.

Jadi dengan kata lain, sabar itu adalah tindakan yg aktif bukan pasif.  Kita bisa misalkan dengan contoh sederhana berikut ini,

“Si A pergi ke masjid dengan memakai alas sendal jepit. Setelah dia selesai mengerjakan sholat dan menuju keluar masjid, dia melihat sendal jepit yg dipakai nya untuk pergi masjid telah lenyap.”

Kira2 apa yg akan dilakukan oleh si A ya ??????

Bisa saja si A langsung mengatakan “Saya ikhlas dengan hilangnya sendal saya.. ya sudah saya pulang dengan tidak beralaskan sendal saja (alias nyeker) :D”

atau si A akan berusaha mencari sendal nya di sekeliling lingkungan masjid serta bertanya kepada petugas atau penjaga masjid yg pd saat itu mungkin sempat melihat keadaan di depan pintu masjid sambil terus berpikiran positif meski pada akhirnya mungkin sendal nya tetap tidak ditemukan 😀

Apabila si A memahami makna sabar yang sebenarnya, maka si A akan lebih memilih untuk mencari terlebih dahulu sendal jepit nya yg hilang tersebut di sekitar lingkungan masjid dan apabila tetap tidak ditemukan juga, maka si A akan berpikiran positif dan mendo’akan supaya sendal nya yg hilang tersebut bisa bermanfaat bagi yg tidak sengaja mengambilnya. Kalaupun misalnya yang mengambil sendal nya itu sengaja, maka semoga Allah swt menyadarkan orang tersebut dan semoga ini adalah terakhir kali nya orang itu mengambil sendal yang bukan miliknya. 😀

Indah kan??? hehehehe… 😀

Tapi memang untuk benar2 memahami makna sabar dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari itu tidaklah mudah (kalo tidak mau dibilang susah :p)… tapi tidak ada salahnya apabila kita semua belajar agar bisa memahami dan mengaplikasikannya dengan baik apa itu makna sabar sebenarnya.

Ok.. saya kira cukup segini dulu saja 😀

Karena kalau terlalu panjang, nanti topik ini beneran jd topik yang berat… hehehehehe.. :p

Insya Allah nanti akan kita sambung lagi pembelajaran tentang Sabar ini.. ok2 😀

Semoga kita semua selalu dalam perlindungan-Nya ya. Amin 😀

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 😀

Wah sudah lama sekali ya.. saya tidak update lg blog ini 😀

Kira2 sudah 4 bulan lamanya sejak curahan hati saya yg berjudul Pagi.. Bidadari ku.. ter-posting di blog ini 😀

lama banget kan :p

Ya udh.. semoga mulai detik ini.. saya bisa lebih rajin lg buat update blog kesayangan saya ini. Amin 😀

Oh iya.. dan satu lagi semoga blog saya ini bisa bermanfaat untuk siapa pun yg membaca nya.. Amin 😀