Category: Islam


Assalamu’alaikum wr wb

Sambil kuliah online di wisatahati.com, sambil disebar sedikit-sedikit ilmu yang udh didapetin.

Moga bisa bermanfaat buat saya khususnya, dan buat semua yang membaca blog ini. Amin ๐Ÿ˜€

Berikut Manfaat Sholat Tahajjud:

1. Mengubah Hidup dan Meninggikan Derajat

ูˆูŽู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ู ููŽุชูŽู‡ูŽุฌู‘ูŽุฏู’ ุจูู‡ู ู†ูŽุงููู„ูŽุฉู‹ ู„ู‘ูŽูƒูŽ ุนูŽุณูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุจู’ุนูŽุซูŽูƒูŽ ุฑูŽุจู‘ููƒูŽ ู…ูŽู‚ูŽุงู…ู‹ุง ู…ู‘ูŽุญู’ู…ููˆู’ุฏู‹ุง

โ€œDan pada sebahagian malam hari shalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang Terpuji.โ€ (QS. Al-Israa : 79)

2,ย  Penajam Kepekaan Hati

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู’ู…ูุฒู‘ูŽู…ูู‘ู„ู (ูก)ู‚ูู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ูŽ ุฅูู„ุง ู‚ูŽู„ููŠู„ุง (ูข)ู†ูุตู’ููŽู‡ู ุฃูŽูˆู ุงู†ู’ู‚ูุตู’ ู…ูู†ู’ู‡ู ู‚ูŽู„ููŠู„ุง (ูฃ)ุฃูŽูˆู’ ุฒูุฏู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุฑูŽุชูู‘ู„ู ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ูŽ ุชูŽุฑู’ุชููŠู„ุง (ูค)ุฅูู†ู‘ูŽุง ุณูŽู†ูู„ู’ู‚ููŠ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ู‚ูŽูˆู’ู„ุง ุซูŽู‚ููŠู„ุง (ูฅ)ุฅูู†ู‘ูŽ ู†ูŽุงุดูุฆูŽุฉูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ู ู‡ููŠูŽ ุฃูŽุดูŽุฏู‘ู ูˆูŽุทู’ุฆู‹ุง ูˆูŽุฃูŽู‚ู’ูˆูŽู…ู ู‚ููŠู„ุง (ูฆ)ุฅูู†ู‘ูŽ ู„ูŽูƒูŽ ูููŠ ุงูŽู„ู†ู‘ูŽู‡ูŽุงุฑู ุณูŽุจู’ุญู‹ุง ุทูŽูˆููŠู„ุง (ูง)ูˆูŽุงุฐู’ูƒูุฑู ุงุณู’ู…ูŽ ุฑูŽุจูู‘ูƒูŽ ูˆูŽุชูŽุจูŽุชู‘ูŽู„ู’ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุชูŽุจู’ุชููŠู„ุง (ูจ)ุฑูŽุจู‘ู ุงู„ู’ู…ูŽุดู’ุฑูู‚ู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุบู’ุฑูุจู ู„ุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุง ู‡ููˆูŽ ููŽุงุชู‘ูŽุฎูุฐู’ู‡ู ูˆูŽูƒููŠู„ุง (ูฉ)

1. Hai orang yang berselimut (Muhammad), 2. bangunlah (untuk shalat) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), 3. (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit.4. atau lebih dari seperdua itu. dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan. 5. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu Perkataan yang berat. 6. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. 7. Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak). 8. sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadatlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan. 9. (Dia-lah) Tuhan Penguasa timur dan barat, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Maka ambillah Dia sebagai Pelindung.

(QS. Al-Muzammil : 1-9)

3, Solusi Hidup dan Hadiah Besar

ุชูŽุชูŽุฌูŽุงููŽู‰ ุฌูู†ููˆุจูู‡ูู…ู’ ุนูŽู†ู ุงู„ู’ู…ูŽุถูŽุงุฌูุนู ูŠูŽุฏู’ุนููˆู†ูŽ ุฑูŽุจู‘ูŽู‡ูู…ู’ ุฎูŽูˆู’ูู‹ุง ูˆูŽุทูŽู…ูŽุนู‹ุง ูˆูŽู…ูู…ู‘ูŽุง ุฑูŽุฒูŽู‚ู’ู†ูŽุงู‡ูู…ู’ ูŠูู†ู’ููู‚ููˆู†ูŽ (ูกูฆ)

ููŽู„ุง ุชูŽุนู’ู„ูŽู…ู ู†ูŽูู’ุณูŒ ู…ูŽุง ุฃูุฎู’ูููŠูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ู…ูู†ู’ ู‚ูุฑู‘ูŽุฉู ุฃูŽุนู’ูŠูู†ู ุฌูŽุฒูŽุงุกู‹ ุจูู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ููˆุง ูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ููˆู†ูŽ (ูกูง)

โ€œlambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezki yang Kami berikan. tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai Balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.โ€

(QS. As-Sajdah : 16 โ€“ 17)

4. Tahajjud Adalah Salah Satu Kunci Surga

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ูุชู‘ูŽู‚ููŠู†ูŽ ูููŠ ุฌูŽู†ู‘ูŽุงุชู ูˆูŽุนููŠููˆู†ู . ุขูŽุฎูุฐููŠู†ูŽ ู…ูŽุง ุขูŽุชูŽุงู‡ูู…ู’ ุฑูŽุจู‘ูู‡ูู…ู’ ุฅูู†ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ูƒูŽุงู†ููˆุง ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ู…ูุญู’ุณูู†ููŠู†ูŽ .ูƒูŽุงู†ููˆุง ู‚ูŽู„ููŠู„ู‹ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ู ู…ูŽุง ูŠูŽู‡ู’ุฌูŽุนููˆู†ูŽ . ูˆูŽุจูุงู„ู’ุฃูŽุณู’ุญูŽุงุฑู ู‡ูู…ู’ ูŠูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑููˆู†ูŽ

โ€œSesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam taman-taman (surga) dan mata air-mata air, sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. Di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar.โ€

(QS. Adz-Dzaariyaat : 15-18)

5. Penghapus Dosa, Sekaligus Proteksi Diri dari Penyakit

ุนูŽู†ู’ ุณูŽู„ู’ู…ูŽุงู†ูŽ ุงู„ู’ููŽุงุฑูุณููŠู‘ู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ : ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู

{ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุจูู‚ููŠูŽุงู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ู ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ุฏูŽุฃู’ุจู ุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญููŠู†ูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽูƒูู…ู’ ุŒ ูˆูŽู…ูŽู‚ู’ุฑูŽุจูŽุฉูŒ ู„ูŽูƒูู…ู’ ุฅู„ูŽู‰ ุฑูŽุจู‘ููƒูู…ู’ ุŒ ูˆูŽู…ููƒูŽูู‘ูุฑูŽุฉูŒ ู„ูู„ุณู‘ูŽูŠู‘ูุฆูŽุงุชู ุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ู‡ูŽุงุฉูŒ ุนูŽู†ู’ ุงู„ู’ุฅูุซู’ู…ู ุŒ ูˆูŽู…ูŽุทู’ุฑูŽุฏูŽุฉูŒ ู„ูู„ุฏู‘ูŽุงุกู ุนูŽู†ู’ ุงู„ู’ุฌูŽุณูŽุฏู }

(ุฑูŽูˆูŽุงู‡ู ุงู„ุทู‘ูŽุจูŽุฑูŽุงู†ููŠู‘ู ูููŠ ุงู„ู’ูƒูŽุจููŠุฑู ุŒ ูˆูŽุงู„ุชู‘ูุฑู’ู…ูุฐููŠู‘ู ูููŠ ุงู„ุฏู‘ูŽุนูŽูˆูŽุงุชู ู…ูู†ู’ ุฌูŽุงู…ูุนูู‡ู)

Panglima Salman Al Faarisi rodhiyallahu โ€˜anhu berkata, Rasulullah ย bersabda:

โ€œHendaklah kamu bangun malam, karena sesungguhnya (bangun malam itu) adalah tradisi orang-orang shaleh sebelum kamu, sarana untuk mendekatkan dirimu kepada Tuhanmu, penghapus dosa-dosa,ย  pencegah dari berbuat dosa dan pengusir penyakit dari tubuh.โ€

(HR. Thabrani & Tirmidzi)

6. Menambah Spirit; Hidup Jadi Semangat dan Terhindar Dari Kemalasan Menjalani Hidup

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจูู‰ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ย ู‚ูŽุงู„ูŽ

ยซ ูŠูŽุนู’ู‚ูุฏู ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู‚ูŽุงูููŠูŽุฉู ุฑูŽุฃู’ุณู ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ุฅูุฐูŽุง ู‡ููˆูŽ ู†ูŽุงู…ูŽ ุซูŽู„ุงูŽุซูŽ ุนูู‚ูŽุฏู ุŒ ูŠูŽุถู’ุฑูุจู ูƒูู„ู‘ูŽ ุนูู‚ู’ุฏูŽุฉู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ู„ูŽูŠู’ู„ูŒ ุทูŽูˆููŠู„ูŒ ููŽุงุฑู’ู‚ูุฏู’ ุŒ ููŽุฅูู†ู ุงุณู’ุชูŽูŠู’ู‚ูŽุธูŽ ููŽุฐูŽูƒูŽุฑูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุงู†ู’ุญูŽู„ู‘ูŽุชู’ ุนูู‚ู’ุฏูŽุฉูŒ ุŒ ููŽุฅูู†ู’ ุชูŽูˆูŽุถู‘ูŽุฃูŽ ุงู†ู’ุญูŽู„ู‘ูŽุชู’ ุนูู‚ู’ุฏูŽุฉูŒ ุŒ ููŽุฅูู†ู’ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู†ู’ุญูŽู„ู‘ูŽุชู’ ุนูู‚ู’ุฏูŽุฉูŒ ููŽุฃูŽุตู’ุจูŽุญูŽ ู†ูŽุดููŠุทู‹ุง ุทูŽูŠู‘ูุจูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽูู’ุณู ุŒ ูˆูŽุฅูู„ุงู‘ูŽ ุฃูŽุตู’ุจูŽุญูŽ ุฎูŽุจููŠุซูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽูู’ุณู ูƒูŽุณู’ู„ุงูŽู†ูŽ ยป

(ุฑูˆุงู‡ ุงู„ู…ุงู„ูƒ ูˆ ุงู„ุจุฎุงุฑู‰ ูˆ ุงุจูˆ ุฏุงูˆุฏ ูˆุงุจู† ุญุจู‘ุงู†)

Dari Abu Hurairah rodhiyallahu โ€˜anhu, bahwa Rasulullah ย bersabda :

โ€œSyetan mengikat 3 buhul di bagian belakang kepala salah seorang di antara kalian (apabila ia tidur), seraya memukul pada tiap buhul; โ€œmalam panjang bagimu, tidurlahโ€. Jika ia bangun kemudian berdzikir kepada Allah swt maka lepaslah satu buhul. Jika ia berwudhu maka lepaslah satu buhul lagi. Dan jika ia shalat maka lepaslah semua buhulnya sehingga pada pagi harinya menjadi semangat dan baik jiwanya. Dan jika tidak (melaksanakan hal tersebut) maka pada pagi harinya ia menjadi buruk jiwanya dan malas

(HR. Malik, Bukhari, Abu dawud, dan Ibnu Hibban)

–> Bersambung ke bagian dua

Jangan Marah ^^

Alhamdulillah hari ini saya bisa posting lebih dari 3 topik yang insya Allah bisa bermanfaat buat semua yang membaca nya.. amin ๐Ÿ˜€

Ok.. melanjutkan topik sebelumnya tentang Sabar dan Volume Ujian, sekarang saya ingin membahas tentang MARAH !! (uuuppss… sabar… sabar :p)

Mungkin setelah teman-teman membaca judul topik ini, teman-teman akan bertanya “Memang nya kita gak boleh marah ya?” atau teman-teman bakal berkomentar seperti ini, “Marah itu kan wajar dan manusiawi…” dan lain2 sebagainya.. hehehehe… tenang2.. insya Allah setelah ini bakal kita bahas bareng2.. Ok2 ๐Ÿ˜€

Sebelumnya kita baca hadist berikut ini dl aja ya.. ( mulai jadi pak guru lagi :p)

Dari Abu Hurairah ra, ia berkata, “Ada seseorang bertanya kepada Rasulullah saw, ‘Nasihatilah saya!’ Rasulullah saw bersabda, ‘Janganlah kamu marah!’ Orang itu berkali-kali meminta nasihat kepada Rasulullah saw, tetapi Rasulullah saw tetap menjawabnya dengan, ‘Janganlah kamu marah.'” (HR BUKHARI)

Nah apa berarti kita tidak boleh marah ya ๐Ÿ˜•

Marah itu bisa dibilang sikap yang spontan ketika kita dihadapkan pada sesuatu yang tidak sesuai dengan yang kita inginkan dan kita tidak siap menerima serta kita lantas mengekspresikannya dengan sikap yang keras (maaf ya klo sok tau :p)

Nah dari hadist diatas tadi, boleh jadi yang dimaksud dengan “Janganlah kamu marah” oleh Rasulullah saw adalah kita jangan sembarangan meluapkan kemarahan kita ๐Ÿ˜€

Karena marah itu adalah sikap spontan dan wajar.. namun kita harus pandai mengendalikannya agar tidak meluap-luap sembarangan, sehingga bisa menimbulkan masalah-masalah baru di sekitar kita yang akhirnya membuat kita menjadi lebih marah.. dan marah lagi ๐Ÿ˜€

Waaahh.. terus terang bahas masalah ini sangat berat dan penuh hati2 :p

Karena takut salah ngomong dan akhirnya yang baca jadi marah :p

Ya udh.. skrg kita baca cerita tentang Umar bin Abdul Aziz aja ya :-s (ketakutan :p)

——————————————-

Khalifah Umar bin Abdul Aziz melihat seseorang yang mabuk. Ketika ia ditangkap untuk dihukum dera, tiba-tiba ia dimaki oleh orang yang mabuk tersebut. Khalifah Umar kemudian kembali dan tidak jadi untuk melaksanakan hukum dera saat itu, dan saat ditanya, “Ya Amirul Mukminin, mengapa setelah ia memaki Anda tiba-tiba Anda meninggalkan dia?” Khalifah menjawab, “itu karena ia membuat aku jengkel. Kalau aku menghukumnya (pukul) mungkin aku memukulnya karena aku marah kepadanya (dan bukan karena ia melanggar hukum Allah), dan aku tidak suka memukul seseorang hanya karena membela diriku sendiri.”

——————————————-

Nah sudah baca semua kan??? ๐Ÿ˜€

Jadi kesimpulan yang bisa kita dapatkan dari pembahasan tentang “Jangan Marah” yaitu, kita harus mampu mengendalikan amarah kita agar tidak meluap-luap dan akhirnya menciptakan masalah baru yang lebih rumit yang kita sendiri akhirnya tidak mampu menanganinya.

Ok.. saya kira cukup segini dulu pembahasan tentang marah nya ๐Ÿ˜€

Semoga tidak ada yang tersinggung dengan kata-kata saya dan kalau memang ada yang tidak berkenan dengan kata-kata atau kalimat saya, mohon jangan dituangkan dengan marah2 ya.. hehehehe… ๐Ÿ˜€

Sampai ketemu lagi di pembahasan-pembahasan yang lain ya.. ๐Ÿ˜€

Semoga Allah menjaga kita semua dari segala perbuatan yang tidak baik.. Amin ๐Ÿ˜€

Waahh.. saya hattrick nih (kyk main sepak bola aja :p)

coz dalam sehari bisa 3 x posting.. hehehehhe… (biasa kali :p)

Ok.. lanjut dari postingan sebelumnya tentang sabar.

Kadang2 banyak diantara kita termasuk saya sendiri yg mengeluh seperti ini :

“Aduuuuuhhh… kenapa cobaan ini gak selesai2 ya.. kenapa dia yang sering berbuat dosa.. cobaan nya gak seberat saya ya… kenapaaaaaaaaa !!!! ” (sorry klo lebay :p)

Ternyata setelah saya membaca buku yg judulnya “Dasyatnya Sabar” karya Ahmad Hadi Yasin dan penerbit Qultum Media. Disana dijelaskan bahwa semakin tinggi tingkat keimanan dan ketakwaan seseorang.. maka semakin besar pula cobaan atau ujian yg akan ia terima dari Allah swt. Namun perlu diingat juga bahwa sebesar apapun cobaan atau ujian itu.. insya Allah tidak akan pernah memberatkan kita.. karena Allah swt yg paling tahu tingkat kesanggupan kita ๐Ÿ˜€

Nah, berikut ini ada hadist yg menceritakan tentang volume kesabaran dan ujian dari Allah swt,ย  disimak baik2 ya ๐Ÿ˜€ (jadi kyk pak guru aja nih :p)

Dari Abdullah bin Mas’ud ra, ia berkata, “Saya masuk ke tempat Rasulullah saw sewaktu beliau sedang sakit panas, kemudian saya berkata, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau benar benar menderita sakit yang sangat panas.’ Beliau berkata, ‘Benar, sakit panas yang saya derita ini dua kali lipat lebih panas daripada yang biasa diderita kalian.’ Saya bertanya, ‘Kalau begitu, engkau mendapat pahala dua kali lipat juga?’ Beliau menjawab, ‘Benar memang demikian.’ Seorang muslim yang tertimpa suatu kesakitan, baik itu tertusuk duri maupun lebih dari itu, niscaya Allah mengampuni kesalahan-kesalahannya dan menghapus dosa-dosanya sebagaimana daun-daun yang berguguran dari pohonnya.'” (HR Bukhari dan Muslim)

Ok.. sudah selesai baca hadist nya kan? ๐Ÿ˜€

Jadi klo bisa kita ambil kesimpulan, ujian yang kita terima dari Allah swt, sudah ditakar dengan sangat-sangat pas oleh Allah agar tidak melebihi batas kesanggupan atau kesabaran kita ๐Ÿ˜€

Dengan kata lain, kita tidak punya alasan lagi untuk mengeluh kenapa cobaan kita lebih besar dibandingkan cobaan orang lain.. coz masing2 sudah punya takaran dan cobaan atau ujian dari Allah swt.. itu pertanda klo Allah sangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat sayang ama kita semua ๐Ÿ˜€

Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat buat kita semua.. dan semoga saya tidak sok menjadi orang yang paling sabar… Amin ๐Ÿ˜€

(coz saya sendiri juga sering tidak sabaran :p)

Semoga Allah melindungi kita semua ya.. Amin ๐Ÿ˜€

Sabar ^^

OK… Kali ini kita semua akan belajar tentang makna Sabar.

Wahhh.. kyknya topik yg cukup berat ya ๐Ÿ˜•

Tapi tenang dulu, saya akan usahakan agar topik ini tidak menjadi topik yg berat ๐Ÿ˜€

Dan semoga bisa menjadi topik yg ringan yg bisa segera kita aplikasikan setelah sama2 selesai membaca nya. Amin ๐Ÿ˜€

Ok… kita mulai ya…

Sabar berasal dari bahasa arab “Shabara – Shabura – Shabran – Shabaaratan”, yg artinya : menanggung atau menahan sesuatu.

Banyak orang (termasuk diri saya sendiri :p) yg sering mengartikan sabar dengan sebuah tindakan pasif atau pasrah begitu saja.

Padahal apabila kita telaah lebih jauh lagi ttg makna sabar, maka kita bisa dapatkan bahwa yg dimaksud dengan sabar itu adalah menahan atau mengendalikan segala sesuatu yg menimpa diri kita agar selalu tetap dijalan Allah swt.

Jadi dengan kata lain, sabar itu adalah tindakan yg aktif bukan pasif.ย  Kita bisa misalkan dengan contoh sederhana berikut ini,

“Si A pergi ke masjid dengan memakai alas sendal jepit. Setelah dia selesai mengerjakan sholat dan menuju keluar masjid, dia melihat sendal jepit yg dipakai nya untuk pergi masjid telah lenyap.”

Kira2 apa yg akan dilakukan oleh si A ya ??????

Bisa saja si A langsung mengatakan “Saya ikhlas dengan hilangnya sendal saya.. ya sudah saya pulang dengan tidak beralaskan sendal saja (alias nyeker) :D”

atau si A akan berusaha mencari sendal nya di sekeliling lingkungan masjid serta bertanya kepada petugas atau penjaga masjid yg pd saat itu mungkin sempat melihat keadaan di depan pintu masjid sambil terus berpikiran positif meski pada akhirnya mungkin sendal nya tetap tidak ditemukan ๐Ÿ˜€

Apabila si A memahami makna sabar yang sebenarnya, maka si A akan lebih memilih untuk mencari terlebih dahulu sendal jepit nya yg hilang tersebut di sekitar lingkungan masjid dan apabila tetap tidak ditemukan juga, maka si A akan berpikiran positif dan mendo’akan supaya sendal nya yg hilang tersebut bisa bermanfaat bagi yg tidak sengaja mengambilnya. Kalaupun misalnya yang mengambil sendal nya itu sengaja, maka semoga Allah swt menyadarkan orang tersebut dan semoga ini adalah terakhir kali nya orang itu mengambil sendal yang bukan miliknya. ๐Ÿ˜€

Indah kan??? hehehehe… ๐Ÿ˜€

Tapi memang untuk benar2 memahami makna sabar dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari itu tidaklah mudah (kalo tidak mau dibilang susah :p)… tapi tidak ada salahnya apabila kita semua belajar agar bisa memahami dan mengaplikasikannya dengan baik apa itu makna sabar sebenarnya.

Ok.. saya kira cukup segini dulu saja ๐Ÿ˜€

Karena kalau terlalu panjang, nanti topik ini beneran jd topik yang berat… hehehehehe.. :p

Insya Allah nanti akan kita sambung lagi pembelajaran tentang Sabar ini.. ok2 ๐Ÿ˜€

Semoga kita semua selalu dalam perlindungan-Nya ya. Amin ๐Ÿ˜€

Tahun Baru….

Assalamu’alaikum wr wb

Selamat Tahun Baru Islam 1430 H dan Tahun Baru Masehi 2009.

Tidak terasa saat ini Saya sudah memasuki tahun yg insya allah Saya akan berusaha mentorehkan sejarah baru dalam hidup Saya. Amin.

Teman-teman mungkin bingung, sejarah apa yang saya maksudkan itu. hehehe…. ๐Ÿ˜€

Intinya saat ini saya tidak boleh malas-malasan lagi, Saya harus terus berjuang sekuat tenaga untuk mengejar cita-cita saya menjemput sang Bidadari ๐Ÿ™‚

Semoga Allah memudahkan semuanya… Amin.

Salam Pejuang

Kesalahpahaman beberapa ajaran Islam

Assalamu’alaikum wr wbย 

SaudaraKu terkadang kita terutama saya sering salah dalam memahami ajaran-ajaran Islam. Hal ini dikarenakan masih minim nya ilmu yang kita peroleh terkait ajaran Islam tersebut.

Berikut ajaran-ajaran yang sering saya terutama dan kita semua salah dalam memahaminya:

Qanaahย (menerima apa adanya), Kita sering memahami hal ini dengan bersikap mensyukuri apa yang ada tanpa melakukan inovasi-inovasi yg sebenarnya mampu menaikkan lebih tinggi derajat kita dihadapan Allah swt. Bukankah Allah swt tidak akan mengubah nasib suatu kaum sebelum kaum tersebut mengubahnya sendiri?ย 

Takdir, Kita sering berpasrah dengan atas nama takdir. Sehingga pada akhirnya memunculkan sifat pemalas, tidak mau berusaha semaksimal mungkin. Padahal kita sebagai manusia seharusnya adalah berusaha semaksimal semampu kita sembari berpasrah diri kepada ketentuan Allah swt. Jadi urutannya adalah: usaha+ doa —> berpasrah diri kepada Allah swt. Namun yang sering terjadi adalah kita langsung berpasrah diri kepada Allah swt.

Sabar, Kita sering memahami sabar itu dengan diam dan menunggu. Padahal arti sabar yang sebenarnya adalah bergerak aktif terus berusaha semampu kita untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan kita. Dan aktif yang dimaksudkan disini adalah aktif berusaha dengan tetap dijalan Allah swt. Misalnya: Kita sedang dihadapkan pada kesulitan mencari pekerjaan, hal ini tidak membuat kita lantas hanya diam dirumah sembari mengatakan “aku sabar” atau kita tetap aktif mencari pekerjaan namun dengan cara yang tidak baik (menyogok, dll). ย Sebagai seorang muslim yang baik, seharusnya kita tetap berusaha mencari pekerjaan sambil terus berdoa kepada Allah swt agar dalam usaha tersebut kita tidak menyimpang dari jalan Allah swt.ย 

Zuhud, Kita sering memahami zuhud dengan meninggalkan seluruh urusan duniawi. Padahal Allah swt memerintahkan kita untuk mengejar akhirat dengan tanpa meninggalkan bagian kita di dunia. Zuhud bukan berarti tidak boleh memiliki rumah, mobil, dan harta-harta mewah lainnya. Kalau harta benda tersebut bisa membuat dia semakin dekat dengan Allah swt, maka insya allah justru harta tersebut lah yang akan mengantarkan dia ke derajat yang tinggi dihadapan Allah swt. Dengan kata lain zuhud berarti usaha kita agar harta, kedudukan, dan hal-hal lainnya yang bersifat duniawi tersebut tidak melenakan kita untuk terus mengejar akhirat.

Insya Allah, kita sering mengucapkan insya allah tanpa ada tindak lanjutnya. Padahal insya allah adalah janji kita kepada sesama sembari menitipkan janji tersebut kepada Allah swt. Karena hanya Dia-lah yang Maha Tahu apakah kita nanti mampu memenuhi janji tersebut atau tidak. Dan sebagai manusia, kita dituntut untuk berusaha semaksimal mungkin untuk merealisasikan janji yg kita ucapkan dengan insya allah.

ย 

Mohon maaf jika ada salah-salah kata. Dan mohon masukkan nya agar kita semua tidak menyimpang dari ajaran Islam yang sebenarnya.

Terima kasih.

Kendalikanlah keinginanmu

Kajian Al-Hikam:

“Kala berkurang apa yang membuatmu senang, maka kuranglah pula apa yang engkau sedihkan”

ย 

Ulasan:

(oleh Syekh Fadlalla)

Penderitaan adalah akibat dari keinginan yang tak terpenuhi. Semakin sedikit kondisi yang engkau harapkan, mungkin engkau akan lebih jarang kecewa. Pilihan Allah selalu bisa diandalkan dan ada, sementara ketidakpuasan selalu berlanjut.

Ya Allah…

Terima kasih Engkau telah mempertemukan hamba dengan seorang bidadari yang sangat cantik

Cantik rupa nya, cantik pula hati nya

Subhanallah

Semoga kelak, dia bisa menjadi bidadari hamba di dunia dan di akhirat ya Allah

Amin ya Rabbal Alamin

ย 

Bidadariku…

Terima kasih bidadariku sudah mau menunggu diri yang lemah dan kotor ini

Semoga diri ini kelak bisa menjadi imam yang baik untuk bidadariku

Amin ya Rabbal Alamin

Kenapa Mesti Malu?

Oleh Seriyawati
(Sumber: eramuslim.com)

Hari itu seperti biasanya saya mengantar dan menjemput Kiki, anak perempuan saya latihan Shorinji kempo. Dan ketika menjemputnya, saya melihat dia berbicara dengan temannya, seorang anak laki-laki yang sama-sama belajar kempo.

Saya tidak begitu menaruh perhatian pada mereka dan tetap menunggu anak saya selesai berbicara.
“Ada apa, Ki?” tanya saya setelah Kiki mendatangi saya.
“Teman Kiki bilang, ‘Kenapa Mama memakai pakaian seperti itu di Jepang? Apa ngga malu?” jawab Kiki.
“Terus Kiki, jawab apa?” tanya saya lagi.
“Mama nggak malu, kok. Mama pakai baju orang Indonesia.., ” jawab Kiki.
“Ini pakaian orang Islam, Kiki, bukan pakaian orang Indonesia. Memang Mama ngga malu, kok. Nggak usah malu. Ya, jangan malu… ” jelas saya.

Sambil mengayuh sepeda menuju pulang, saya bertanya lagi.
“Terus… Teman Kiki bilang apa lagi?” tanya saya tertarik.
“Dia cuma bilang, ‘Oohhh’….”
“Hebat ya Kiki, bisa ngomong gitu sama temannya…, ” puji saya.
“Lagipula kenapa harus malu, ya… ” kata saya lagi.
“Oh ya, Kiki malu ngga dengan Mama?” tanya saya ingin tahu.
“Ngga… ” sahutnya kalem.
Syukurlah. Saya menarik napas lega diam-diam.

***

Suatu hari saya mengajak anak-anak ke rumah teman.
Begitu memasukkan tiket, kereta listriknya datang dan segera pergi lagi meninggalkan kami yang tergopoh-gopoh menuruni tangga mengejarnya.
Tetapi akhirnya kereta listrik itu berangkat tanpa kami di dalamnya.
“Yaaahhh… Kita harus nunggu 10 menit lagi, ” kata saya kecewa.
Anak-anak pun terlihat kecewa.

Sewaktu menunggu kereta bawah tanah datang, saya lihat anak-anak saya berbisik-bisik.
“Ada apa, sih?” Rasa keki membuat saya mengajukan pertanyaan.
“Itu ada teman Kiki. Miraretakunai…(ngga mau dilihat sama dia). ”
“Kenapa? Kiki malu?” tanya saya seakan tahu apa yang dikhawatirkannya.
“Kalau ketemu nanti Kiki jadi harus ngomong begini begitu, ” kata Kiki.
“Ngomong begini begitu, apa maksudnya, Ki?” tanya saya keheranan.
“Iya, Kiki kan jadi harus nerangin kenapa Kiki pake ini, ” katanya sambil memegang jilbab warna biru mudanya.
“Tapi kan… Kalau dia teman Kiki yang baik, yah ngga apa-apa dong kalo lihat Kiki pakai jilbab?” tanyaku menyelidik.
“Hmmm…, ” sahut Kiki pelan bernada ragu.
“Cuma malas aja kok ngejawab tanya-tanya, teman Kiki itu.”

“Memangnya Kiki malu ya dilihat teman sekolah sedang pakai jilbab?”
tanya saya. Saya lihat Kiki diam sejenak dan menggeleng.
“Nggak, inilah Kiki yang sebenarnya. (Hontou no Kiki no shotai). Kenapa Kiki mesti malu!” jawabnya tiba-tiba.
“Begitu, dong!” kata saya membanggakannya.

***

“Bukan kita yang mesti malu dengan pakaian yang kita pakai. Lagipula kenapa kita mesti malu? Bukankah kita memakai pakaian yang memang disuruh Allah. Kalau kita pakai baju yang kelihatan pahanya, bahunya,
lehernya, nah orang yang pakai itu yang harusnya malu. Iya, ngga, Ki?”
tanya saya minta persetujuannya.
Tapi kenapa ada teman mama yang ngga pakai jilbab?” serbu Kiki.
Glek. Saya terdiam sejenak.
“Iya, mungkin mereka belum tahu, Ki. Mereka belum tahu bagaimana nyaman dan enaknya memakai ini. ”
Tangan saya menunjuk pakaian panjangnya.
“Yang mama yakin, kalau mama memakai ini, perasaan mama tenang. Ngga ada perasaan bersalah, dan yang penting mama ngga mau dimarahi Allah. ”
“Dimarahi Allah, Ma?” tanya Kiki bernada kaget.
“Iya. Kan, kalau ngga ikut kata Allah, nanti Allah marah, ngga sayang sama kita… ”
“Mama pernah baca di buku, katanya orang yang ngga memakai jilbab akan dijauhkan dari surga, dan takkan mencium baunya surga. Wah, takkan mencium bau surga… Artinya jauh dari surga, malah ngga masuk surga dong ya… ” jelas saya.
“He! Ngga mau ah… Kiki mau masuk surga, ” kata Kiki antusias.

Jauh di dalam hati saya merenung. Masih banyak PR yang mesti saya siapkan yang harus saya ajarkan kepada anak-anak saya. Betapa Islam itu indah dan penuh keringanan-keringanan bagi penganutnya. Tidak ada keberatan-keberatan yang tak bisa dipikul hamba-hamba-NYA. Bukankah Allah takkan memberi cobaan di luar kesanggupan hamba-NYA?

Rasulullah salallahu ‘alaihiwassalam bersabda, “Iman itu ada tujuh puluh cabang lebih. Dan malu adalah salah satu cabang iman. ”
Rasulullah juga bersabda, “Malu itu tidak datang kecuali dengan membawa kebaikan. ”

” Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin; hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Hal itu agar mereka lebih mudah dikenal dan karena itu mereka tidak diganggu” (al-Ahzab, 59).

Jadikanlah luka itu sebagai penerang cahaya dalam kegelapan, jadikan luka sebagai pendorong hidup. Tengoklah orang-orang hebat yang sukses. Mereka banyak menabung luka hingga tidak terhitung jumlahnya, jangankan orang lain, dirinya sendiri kewalahan untuk menghitung luka.

(Dikutip dari novel “Tahajjud Cinta”, karangan Muhammad El Natsir)

Rekan-rekan tahu tidak arti luka diatas?

Yang dimaksud luka-luka diatas adalah kesalahan-kesahalan kita dalam menjalani kehidupan ini. Kesalahan-kesalahan tersebut jika disikapi dengan bijak akan memberikan banyak pelajaran-pelajaran yang berharga untuk kehidupan kita.

Semakin kita takut untuk membuat luka maka semakin jauhlah kita dari mencapai arti dari sebuah kesuksesan yang sebenarnya.