Category: Al-Hikam


Hati Laksana Cermin

Kajian Al-Hikam:

“Bagaimana hati dapat bersinar, sementara gambar dunia terlukis dalam cerminnya?
Atau, bagaimana hati bisa berangkat menuju Allah kalau ia masih terbelenggu oleh
syahwatnya? Atau, bagaimana hati akan antusias menghadap ke hadirat Allah bila
ia belum suci dari “janabah” kelalaiannya? Atau, bagaimana hati mampu memahami
kedalaman misteri gaib, padahal ia belum bertobat dari kesalahannya?!”

Ulasan:

(oleh Syekh Fadlalla)

Hati laksana cermin. Ia memantulkan apa yang dihadapi dan diinginkannya. Cermin ini tertarik pada apa yang diinginkannya dan menolak apa yang dihindarinya. BIla hati yang ikhlas menghadapi cahaya ilahi, maka ia memantulkan kebenaran yang mendalam, dan bila hati menghadapi dunia yang penuh perubahan serta perselisihan, maka ia memantulkan godaan dan realitasnya yang fana. Hati tidak bisa tercerahkan oleh penglihatan batin rohani jika ia tertutup dan ternodai oleh hasrat, nafsu, serta keinginan. Hati harus dipersembahkan semata-mata untuk tujuan awal, yakni jalan tauhid yang absolut. Allah-lah Tuhan Yang Maha Esa.

Karunia Allah Swt

Kajian Al-Hikam:

“Jika Allah membukakan pintu makrifat bagimu, jangan hiraukan mengapa itu terjadi sementara amalmu amat sedikit. Allah membukakannya bagimu hanyalah karena Dia ingin memperkenalkan diri kepadamu. Tidakkah engkau mengerti bahwa makrifat itu adalah anugerah-Nya kepadamu, sedangkan amal adalah pemberianmu? Maka, betapa besar perbedaan antara persembahanmu kepada Allah dan karunia-Nya kepadamu?!”

Ulasan:

(oleh Syekh Fadlalla)

Kita tidak bisa mengukur seluruh kemurahan Allah, atau membandingkannya dengan pergorbanan atau amal-amal saleh kita. Apa pun yang kita persembahkan kepada Sang Pengcipta tidaklah ada artinya bila dibandingkan dengan apa yang telah Dia karuniakan kepada kita, yakni fitrah dan cahaya ruh. Sesungguhnya Dia adalah Pencipta dan Pemelihara segala sesuatau yang ada di dalam dan disekitar kita, yang terlihat maupun yang tak terlihat.  Tindakan dan amal kita hanyalah tanda serta pendahuluan menuju penyingkapan dan pertolongan, yang sesungguhnya sudah ada namun kita teralingi dari melihatnya.

Ket:

– makrifat: mengetahui dan mengenali sesuatu karena ketidaktahuan seseorang akan sesuatu