Alhamdulillah hari ini saya bisa posting lebih dari 3 topik yang insya Allah bisa bermanfaat buat semua yang membaca nya.. amin 😀

Ok.. melanjutkan topik sebelumnya tentang Sabar dan Volume Ujian, sekarang saya ingin membahas tentang MARAH !! (uuuppss… sabar… sabar :p)

Mungkin setelah teman-teman membaca judul topik ini, teman-teman akan bertanya “Memang nya kita gak boleh marah ya?” atau teman-teman bakal berkomentar seperti ini, “Marah itu kan wajar dan manusiawi…” dan lain2 sebagainya.. hehehehe… tenang2.. insya Allah setelah ini bakal kita bahas bareng2.. Ok2 😀

Sebelumnya kita baca hadist berikut ini dl aja ya.. ( mulai jadi pak guru lagi :p)

Dari Abu Hurairah ra, ia berkata, “Ada seseorang bertanya kepada Rasulullah saw, ‘Nasihatilah saya!’ Rasulullah saw bersabda, ‘Janganlah kamu marah!’ Orang itu berkali-kali meminta nasihat kepada Rasulullah saw, tetapi Rasulullah saw tetap menjawabnya dengan, ‘Janganlah kamu marah.'” (HR BUKHARI)

Nah apa berarti kita tidak boleh marah ya 😕

Marah itu bisa dibilang sikap yang spontan ketika kita dihadapkan pada sesuatu yang tidak sesuai dengan yang kita inginkan dan kita tidak siap menerima serta kita lantas mengekspresikannya dengan sikap yang keras (maaf ya klo sok tau :p)

Nah dari hadist diatas tadi, boleh jadi yang dimaksud dengan “Janganlah kamu marah” oleh Rasulullah saw adalah kita jangan sembarangan meluapkan kemarahan kita 😀

Karena marah itu adalah sikap spontan dan wajar.. namun kita harus pandai mengendalikannya agar tidak meluap-luap sembarangan, sehingga bisa menimbulkan masalah-masalah baru di sekitar kita yang akhirnya membuat kita menjadi lebih marah.. dan marah lagi 😀

Waaahh.. terus terang bahas masalah ini sangat berat dan penuh hati2 :p

Karena takut salah ngomong dan akhirnya yang baca jadi marah :p

Ya udh.. skrg kita baca cerita tentang Umar bin Abdul Aziz aja ya :-s (ketakutan :p)

——————————————-

Khalifah Umar bin Abdul Aziz melihat seseorang yang mabuk. Ketika ia ditangkap untuk dihukum dera, tiba-tiba ia dimaki oleh orang yang mabuk tersebut. Khalifah Umar kemudian kembali dan tidak jadi untuk melaksanakan hukum dera saat itu, dan saat ditanya, “Ya Amirul Mukminin, mengapa setelah ia memaki Anda tiba-tiba Anda meninggalkan dia?” Khalifah menjawab, “itu karena ia membuat aku jengkel. Kalau aku menghukumnya (pukul) mungkin aku memukulnya karena aku marah kepadanya (dan bukan karena ia melanggar hukum Allah), dan aku tidak suka memukul seseorang hanya karena membela diriku sendiri.”

——————————————-

Nah sudah baca semua kan??? 😀

Jadi kesimpulan yang bisa kita dapatkan dari pembahasan tentang “Jangan Marah” yaitu, kita harus mampu mengendalikan amarah kita agar tidak meluap-luap dan akhirnya menciptakan masalah baru yang lebih rumit yang kita sendiri akhirnya tidak mampu menanganinya.

Ok.. saya kira cukup segini dulu pembahasan tentang marah nya 😀

Semoga tidak ada yang tersinggung dengan kata-kata saya dan kalau memang ada yang tidak berkenan dengan kata-kata atau kalimat saya, mohon jangan dituangkan dengan marah2 ya.. hehehehe… 😀

Sampai ketemu lagi di pembahasan-pembahasan yang lain ya.. 😀

Semoga Allah menjaga kita semua dari segala perbuatan yang tidak baik.. Amin 😀

Advertisements