Ass wr wb

Lanjutan dari yang pertama tentang hakikat iman,

Diriwayatkan dari Anas r.a., Nabi Saw bersabda, “Demi Allah yang jiwaku berada dalam kekuasaan-Nya. Seorang hamba tidak dikatakan beriman sampai ia mencintai tetangganya dan berbicara kepada saudaranya sesuatu yang lebih dicintainya.”

Dasar keimanan adalah petunjuk (hidayah) yang ditanamkan oleh Allah ke dalam hati. Ia semakin meningkat melalui upaya yang sungguh-sungguh dalam merenungkan, memikirkan, dan memerhatikan ciptaan-ciptaan Allah Swt. Iman akan semakin subur dengan mendengar sesering mungkin bacaan ayat ayat suci Al-Quran serta bersahabat secara intens dengan orang-orang saleh.

(Dikutip dari buku “Terapi Menyucikan Hati” karya Abd Al-‘Aziz Al-Darini)

Advertisements